Sabtu, 04 Februari 2012
Visi dan Misi
Dengan merujuk pada khittah BKPRMI, AD dan ART BKPRMI, ditetapkan visi organisasi yaitu “Organisasi kader dan gerakan dakwah serta wahana komunikasi organisasi pemuda remaja masjid se Indonesia”Karenanya, implementasi Visi BKPRMI dituangkan dalam misi pokok program BKPRMI yaitu “Mewujudkan gerakan pemberdayaan kader pemuda remaja masjid indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan penguatan politik ekonomi keumatan serta memperteguh akhlak dan moral Bangsa”
Profil Organisasi
Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI)
adalah kelanjutan yang semula bernama Badan Komunikasi Pemuda Masjid
Indonesia (BKPMI), didirikan pada tanggal 19 Ramadhan 1397 Hijriah
bertepatan dengan 3 September 1977 di Masjid Istiqomah Bandung. Yang
selanjutnya sesuai hasil Munas VI BKPMI tahun 1993 sebagai penggagas dan
pencetus ide yang tergabaung dalam Keluarga Besar Badan Komunikasi
Pemuda Remaja masjid Indonesia maka diganti dengan BKPRMI. Dan kemudian
BKPRMI adalah sebuah wadah Komunikasi dan perkumpulannya para pemuda
remaja masjid seluruh Indonesia. BKPRMI Prov. DKI Jakarta yang sudah ada
sejak lama seiring dengan waktu terus mencoba mempertahankan
eksistensinya ditengah-tengah masyarakat ibukota DKI Jakarta
Sebagaimana namanya tentu mudah untuk
dapat dilihat apa program dan gerakan yang dilakukan oleh BKPRMI, tidak
lain adalah dakwah islamiyah yang berusaha terus menerus mengajarkan dan
menjaga eksistensi ajaran Islam serta keutuhan bangsa Indonesia.
Jika Ormas kepemudaan yang lain sibuk
mengarah pada ranah politik kekuasaan semata, Maka, BKPRMI lebih
berusaha dibarengi bagaimana melindungi dan menyatukan umat (rakyat)
yang tidak jarang terbawa oleh derasnya arus politik dan globalisasi.
Akan tetapi gerakan BKPRMI tetap melek terhadap kemajuan itu sendiri.
Karena dengan adanya kemajuan-kemajuan dibidang teknologi dan
tranformasi menjadi tantangan baru untuk dapat mengemas dakwah Islam
sesuai dengan peradaban baru.
Tapi, apa yang telah diperjuangkan
BKPRMI jika dilihat usianya yang relative usia pemuda yaitu 33 Tahun,
tentunya belum dapat berbuat banyak. Namun demikian pemantapan langkah
serta peningkatan peran melalui visi dan misinya dakwah semakin
ditingkatkan sebagai wujud dari keberpihakan terhadap kepentingan umat
Islam.
Pemantapan visi dan misinya diwujudkan
dalam bentuk karya-karya nyata melalui kajian-kajian, seminar,
pelatihan-pelatihan dan pembelaan (advokasi) terhadap kepentingan
masyarakat. Tidak hanya itu, kegiatan-kegiatan dakwah dalam bentuk
seruan (ceramah-khatbah) dan gerakan dakwah yang lebih konkret semakin
ditingkatkan sehingga kehadirannya dapat dirasakan terus oleh umat.
Mencermati fenomena bangsa pada saat
ini, kita dihadapkan pada dua issu besar yang memerlukan pemikiran bijak
dalam mengatasinya. Permasalahan itu adalah persoalan yang menyangkut
eksternal dan internal umat Islam. Pertama, masalah eksternal yang
mempengaruhi pikiran umat adalah masalah issu globalisasi yang ditandai
semakin canggihnya teknologi informasi dan komunikasi serta kemajuan
tranportasi yang tidak saja mengabaikan batas-batas Negara, tetapi telah
pula mempengaruhi nilai-nilai dan budaya bangsa.
Globalisasi memang mempunyai nilai
positif, akan tetapi tidak sedikit pula pengaruh negatifnya terhadap
perkembangan moralitas ummat.
Berbagai tayangan dan tampilan yang ada
kerap kali tidak mendukung pertumbuhan dan perkembangan sikap dan
perilaku serta moral bangsa, sehingga atas dasar ini tentunya membuat
semua elemen bangsa ini harus prihatin dan segera mengambil
langkah-langkah serius untuk mensiasati dampak negative yang lebih besar
dari perkembangan zaman yang semakin tidak terkendali.
Kedua, masalah internal, persoalan
internal yang dimaksud adalah menyangkut kesejahteraan ummat dan
kemiskinan, karena hal ini turut mempengaruhi berhasil tidaknya misi
dakwah. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW: Kadza al-Fakru An Yakuna
Kufran; "Bahwa kefakiran dapat menyebabkan seseorang menjadi kafir".
Akankah perjuangan bagi kepentingan ummat melalui seruan-seruan moral
yang selama ini diupayakan mampu memberi secercah harapan bagi khalayak,
sehingga dapat keluar dari kondisi yang menghimpit umat (rakyat) menuju
kehidupan yang lebih baik. Karena betapa seringnya warga kita yang
terkena PHK langsung stress karena beban kebutuhan dasar (kehidupan)
keluarga tidak terpenuhi.
Semuanya ini bukan pekerjaan mudah,
tapi bukan berarti tidak mungkin tidak ada solusinya. Karena, selama
kita memiliki semangat dan komitmen, maka yang berat menjadi ringan,
yang sulit menjadi mudah.
Sebagai bagian integral dari ummat
Islam, BKPRMI akan berupaya menganalisa tentang substansi dan gerakan
dakwah yang ingin dibangun dan kemudian mencoba merumuskan berbagai hal
positif demi perbaikan umat, baik yang berhubungan langsung dengan
Tuhan, atau hubungan sesama warga (kerukunan), serta kebutuhan
perekonomian dan pendidikannya. Sehingga wajah globalisasi yang penuh
dengan tipu dan gelamor menjadi terang dan penuh harapan dalam rangka
membangun bangsa dan Negara yang adil, makmur dan bermartabat. Oleh
karena itu, BKPRMI DKI Jakarta menyusun kerangka kerja tahunan yang
semoga dapat menjadi pembuka hati seluruh umat dan khususnya pemerintah
untuk dapat bersama-sama menjalankan amanat Allah sebagai penguasa dan
pemuka agama.
Sejarah BKPRMI
Sejarah BKPRMI
Sejarah
mencatat dengan tinta emas lahirnya organisasi milik ummat yang bernama
Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) pada tanggal 3
September 1977 bertepatan dengan 19 Ramadhan 1397 H di Masjid Istiqamah
Bandung, Jawa Barat, dengan terbentuknya kepengurusan periode 1977 -
1980 hasil MUKERNAS dan dilantik oleh KH. EZ Muttaqien mewakili Ketua
Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat. Lahirnya BKPMI ini adalah pada forum
Musyawarah Kerja Nasional I yang kemudian disepakati sebagai MUNAS I
yang dihadiri oleh BKPM wilayah dengan kepemimpinan model Presidium dan
terpilih sebagai ketua umum Rakanda Toto Tasmara dengan Sekertaris Umum
Rakanda Bambang Pranggono. Tercatat sebagai pendiri adalah : Rakanda
Toto Tasmara, Rakanda Ahmad Mansur Suryanegara, Rakanda Syamsuddin
Manaf, Rakanda Bambang Pranggono, masing-masing dari Jawa Barat, Rakanda
Mustafid Amna, Rakanda Syaifuddin Donondjoyo, Rakanda Muhammad Anwar
Ratnapa Syaifuddin Donondjoyo, Rakanda Muhammad Anwar Ratnaprawira,
Rakanda Muchlis Ma'ruf masing-masing dari DKI Jakarta, Rakanda Nasir
Budiman, Nurcholis Turmudzi masing-masing dari Jawa Tengah, Rakanda
Mubayin dari Jawa Timur. Pembentukannya dilatar belakangi sebagai
berikut :
- Sebagai reaksi terhadap gejala sosial yang berkembang di tanah air seperti konsep pembangunan nasional yang dinilai cenderung berorientasi pada pembentukan masyarakat sekuler, depolitisasi organisasi kepemudaan melalui konsep NKK dan BKK, isu kristenisasi dan pemahaman keagamaan berlangsung secara dinamis yang menimbulkan polemik antara paham tradisional dan paham modernis.
- Isu kebangkitan Islam Abad XV Hijriyah yang ditandai dengan kesemarakan kegiatan keagamaan, pencerahan pemahaman keagamaan melalui kajian-kajian dalam berbagai bentuknya, kuatnya dorongan untuk membangun Ukhuwah Islamiyah dan negara
- Tumbuhnya kesadaran beragama di kalangan muda Islam telah mendorong untuk mempelajari sekaligus untuk memperjuangkan Islam sebagai sebuah kebenaran mutlak dari Allah SWT.
- Tumbuh kembangnya kajian-kajian ke-Islaman di berbagai belahan dunia di satu sisi dan di sisi lain semakin kuatnya semangat Generasi Muda Islam Indonesia untuk memantapkan posisi dan citra Indonesia tidak hanya sebagai pemeluk Islam terbesar di dunia, tetapi luk Islam terbesar di dunia, tetapi juga sebagai pusat syiar dan peradaban Islam
- Munculnya gerakan ummat Islam di seluruh dunia untuk kembali ke Masjid sebagai basis perjuangannya, dimana Masjid sebagai Lembaga dan Pranata, Masjid sebagai Baitullah dan Masjid sebagai milik Ummat, memberikan nuansa dan marwah BKPRMI sebagai alat perekat/katalisator Pemuda Remaja Islam, Ideologi dan emosi keagamaan sebagai motivasi instrinsik dalam memacu semangat juang "Tahan Banting". independen dan sebagai Kader Ummat dan sekaligus sebagai Kader Bangsa.
Langganan:
Postingan (Atom)

